TRIBUNJAKATRTA.COM – Sekumpulan pengusaha muslim membentuk komunitas, namun programnya bukan berbisnis, melainkan memberangkatkan umrah para hafiz Al-Qur’an. Mereka adalah Muhsinin Club. Muhsinin Club baru saja mengadakan pertemuan di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor.
Pertemuan ini sebagai ajang untuk silaturahmi dan saling memberikan motivasi antar pengusaha.
“Hari ini kami kembali menggelar gala dinner untuk pengusaha muslim untuk wilayah Bogor ini adalah gala dinner yang ketiga. Sebelumnya kami mengadakan gala dinner di Jakarta dan Bandung, Alhamdulillah animo dari temen-temen sangat luar biasa, di sini juga mereka punya semangat dan visi yang sama bisa bersama-sama memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua,” kata Founder Muhsinin Club, Dewa Eka Prayoga, dalam keterangan resminya, Minggu (23/10/2022).
Dewa mengatakan, Muhsinin Club ini pada dasarnya adalah wadah bagi para pengusaha muslim untuk membuat suatu program yang baru di luar dunia usaha.
Salah satunya yaitu memberangkatkan umrah para santri yang telah hafal 30 juz Al-Qur’an.
“Intinya sih lebih kepada silaturahmi dan bertemu dengan teman-teman yang satu visi dan satu value mungkin nanti kita bisa membuat sesuatu yang baru, kita juga mempunyai program untuk mengumrahkan santri yang hapal Al-Qur’an 30 Juz,” ungkapnya.
Sejauh ini, pihanya sudah memberangkatkan sekitar 16 santri beribadah umrah di Tanah Suci. Para santri dipilih secara acak dan dites hapalan Al-Qur’an 30 juz.
“Seharian kami mengumpulkan santri atau orang-orang yang hafal Al-Qur’an kami menggelar event seharian di Bandung dan sudah kami lakukan selama dua hari momen Ramadan dan 17 Agustus kemarin. Dari situ kami memiliki ide lagi memberangkatkan umrah bagi orang-orang yang hafal Al-Qur’an atau santri yang hafal Al-Qur’an. Kemarin itu ada 8 pasang atau 16 orang yang kami umrahkan,” tuturnya.
Karena itu, Muhsinin Club ini bukan hanya sekedar perkumpulan pengusaha muslim untuk bertukar pikiran atau memotivasi. Tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan berbuat lebih yang bermanfaat.
“Di sini tempat kita sharing pengalaman sharing cerita karena walau bagaimanapun rezeki itu tidak bisa di copy paste kalau metode mungkin bisa dicopy paste, semangat seperti ini yang kami tanamkan dan Alhamdulillah anime anggota cukup tinggi. Kami sebenarnya lebih kepada mengumpulkan orang-orang yang memiliki kepedulian yang tinggi, yang mau untuk berbagi, kayak kang Catur juga generasi ke-16 yang masuk ke Muhsinin club, yang senang berbagi dan bersama-sama tidak ada benefit khusus lebih kepada silaturahmi dan sedekah,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu member Muhsinin Club, Muhamad Catur Gunandi mengaku mengikuti wadah ini memang bukan mencari value bisnis. Tetapi lebih kepada ajang silaturhami dan saling berbagi.
“Tidak ada gol khusus semuanya bergulir begitu saja yang join juga tidak dipaksa karena sama-sama punya visi yang sama sharing dan ingin berkah ingin sama-sama saling menguatkan. Karena saya sebagai anggota merasakan kalau di sini tuh auranya saling doa saling support dan segala macam jadi kita tidak bicara tentang bisnis, tentang hasil targetan, jadi kami di sini merasa sebagai keluarga,” ucap Catur.



