Beberapa waktu lalu, ada yang tanya ke saya,
“Mister, dari usaha-usahanya itu semua dana sendiri ya?”
Saya jawab santai, “Nggak semua dana sendiri kok.”
Lalu pertanyaan lanjutannya muncul,
“Terus, kalau perlu dana tambahan, dari mana?”
Jawaban saya, “Saya bersyirkah.”
Ya, syirkah atau kerjasama dalam usaha. Saya punya beberapa shohibul maal atau partner pemodal yang percaya dan mau berbagi rezeki melalui usaha yang kami jalankan bersama.
Ada kalanya, saya yang jadi pemodal. Di waktu lain, saya yang berperan sebagai pengelola. Intinya, tergantung kebutuhan proyek. Kami menjalankan syirkah per proyek dengan sistem yang jelas dan saling menguntungkan.
Jujur, kadang ada yang mengira saya kaya raya banget (aamiin, doanya saya terima dengan senang hati!). Tapi saya jawab dengan rendah hati, “Alhamdulillah, saya diberikan kecukupan. Cukup untuk diri sendiri, keluarga, dan juga berbagi sebagai bekal akhirat nanti.”
Karena buat saya, rezeki itu bukan cuma soal angka di rekening, tapi juga soal keberkahan yang bisa dirasakan dan dibagikan.
Menariknya, syirkah yang saya jalankan nggak selalu dengan sesama muslim. Saya pernah bekerjasama dengan orang luar negeri juga, salah satunya dari Yunani dan mereka menerima konsep syirkah yang ditawarkan
Ini makin menguatkan keyakinan saya bahwa ajaran Islam tentang ekonomi dan kerjasama itu memang solusi.
Kalau dipikir-pikir, Islam memang luar biasa. Aturannya nggak cuma soal ibadah ritual, tapi juga urusan bisnis dan muamalah. Dan semakin saya pelajari, semakin yakin bahwa keberkahan itu bisa diraih asalkan kita melibatkan Allah di setiap langkah.
Tinggal bagaimana kita mau belajar ilmunya, memahami prinsipnya, dan yang paling penting itu melaksanakannya.
Saya sudah membuktikan bahwa konsep syirkah ini bukan sekadar teori. Praktiknya, bisa jadi cara yang aman, transparan, dan penuh keberkahan.
Yang penting, semua pihak jujur, amanah, dan komitmen dengan kesepakatan yang dibuat.
Dan hal itu diawali dengan Personal Branding. Kalau selama ini sering gampangin utang dan dinantikan bayarnya ya perbaiki dulu mental itu
Jadi buat teman-teman yang mungkin masih ragu atau bingung soal permodalan usaha, jangan lupa untuk gali ilmu.
Banyak kok sekarang literasi ttg syirkah dan yang mengajarkamnya diantaranya ada ustad Dwi Condro, Trust SolusiSyariah ust Candra , Bisyarah Id ust Firly Syirkahman, dan lain lain.
Syirkah bisa jadi solusi yang nggak cuma menguntungkan dunia, tapi juga menambah bekal di akhirat. Karena usaha yang berkah, insyaAllah hasilnya nggak cuma untuk kita, tapi juga buat banyak orang.
Dan satu lagi, ingat prinsip ini: usaha boleh besar, tapi niat tetap harus lurus. Karena pada akhirnya, semua yang kita kejar di dunia ini akan kita tinggalkan juga. Yang kita bawa nanti cuma amal dan keberkahan yang kita tanam dan amalkan selama hidup.
-mistercatur-
HidupTaat,HidupSehat,HidupManfaat
Jika tulisan ini bermanfaat silahkan bisa di share dan tinggalkan jejak denham comment atau reaction



