Sering saya sampaikan pada lingkungan dekat saya atau orang orang yang berdiskusi dengan saya terkait hal ini.
Di awal tahun ini saya bertemu beberapa kawan, junior dan senior serta calon calon partner. Dari pembicaraan ringan seputar liburan dan kehidupan masing masing, sampai menceritakan pengalaman pengalaman yang mereka alami. Seperti biasa, kebiasaan dan sifat saya hanya menjadi pendengar yang baik.
Satu benang merah yang dapat ditarik adalah adanya momen momen dimana mereka sudah membayar mahal untuk suatu program tapi ternyata program tersebut tak berdampak bahkan berkontirbusi kerugian. Berpartner dengan seseorang tapi berujung perpisahan dengan kerugian.
Apakah salah program atau partner tersebut?
Disini bisa dilihat dua sisi menurut saya.
1. Program atau partner tersebut menjanjikan sesuatu yang berlebihan dan membuat peluang pihak lain berekspektasi lebih.
2. Atau kitanya terlalu berekspektasi tinggi diawal secara irasional untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Sehingga sering saya katakan, jika kita berhadapan dengan pihak lain maka jaga ekspektasi kita. Dengan menjaga ekspektasi kita, kita akan lebih logis dan rasional, kita akan kritis dan membuka ruang diskusi.
Dilain pihak kita pun harus bersikap agar orang tidak berekspektasi lebih dengan kita. Seperti halnya yang biasa saya lakukan , misal saat ada yang mengajak kolaborasi saya akan katakan : “mari kita diskusi dulu dengan data, saya belum bisa menjanjikan apa apa dan belum tentu kita jadi joinan”. Clear statement sy smpaikan untuk menjaga ekspektasi masing masing sehingga tidak baperan istilahnya skrg.
Atau saat menghadiri seminar, membaca buku, bertemu orang lain, saya setting ekspektasi saya dibawah dan mengosongkan betul betul pikiran saya serta menyampingkan masalah yang sedang dihadapi. Jadi yang ada selalu rasa bersyukur mendapat sharing ilmu meski tidak baru.
Penting untuk kita saling menjaga ekspektasi agar dimulai sesuai dengan baik dan berujung tetap baik apapun kondisinya.
Semua tetap bahagia dan tersenyum lepas
-mistercatur-



