Dulu, kira-kira tahun 2010, saya pertama kali melaksanakan ibadah umrah. Waktu itu, ayah yang mengajak saya. Beliau punya mimpi besar, yang sering sekali diceritakannya kepada kami anak-anaknya,
‘Ayah dan bunda ingin semua anggota keluarga kita bisa melihat Baitullah, minimal sekali seumur hidup.’
Sebuah keinginan yang mungkin bagi sebagian orang terdengar sederhana, tapi saya tahu betul perjuangan ayah untuk mewujudkannya.Ayah saya hanyalah seorang karyawan swasta biasa. Gajinya tidak besar, tapi beliau selalu menjaga kehalalan hartanya. Setiap rupiah yang masuk ke rumah kami terasa berkahnya, karena beliau begitu hati-hati. Kami lima bersaudara, dan dengan penghasilan yang terbatas,
Alhamdulillah, satu per satu dari kami bisa beliau berangkatkan untuk umrah.
Sampai sekarang, saya masih terharu ketika mengingat perjalanan itu. Ayah bukan hanya memberi kami pengalaman fisik untuk melihat rumah Allah, tapi juga mengajarkan bahwa doa yang tulus dan usaha yang halal selalu membawa hasil terbaik dari Allah.
Saya masih ingat jelas, saat pertama kali melihat Ka’bah. Rasanya seperti tubuh ini berhenti bergerak. Waktu seakan melambat, suara-suara sekitar seakan hilang, hanya ada saya dan rumah Allah yang berdiri megah di depan mata.
Ya Allah, aku di sini. Aku benar-benar di sini…
Air mata langsung mengalir deras. Hati saya penuh rasa syukur, malu, dan haru. Aku ini siapa, ya Allah? Aku yang penuh dosa ini, Engkau izinkan hadir di tempat-Mu yang mulia.
Momen itu, di tengah haru dan takjub, saya berdoa dalam hati,
‘Ya Allah, jangan jadikan ini yang pertama dan terakhir. Izinkan aku untuk bisa kembali ke rumah-Mu kapan saja. Dan lebih dari itu, ya Allah, jadikan aku jalan bagi lebih banyak orang untuk datang ke sini. Minimal untuk umrah, atau bahkan haji.’
Itulah doa yang terus terulang setiap kali saya mengingat perjalanan pertama itu.
Sepulang dari umrah, saya merasa hidup saya berubah. Pandangan saya terhadap dunia jadi berbeda. Apa yang dulunya terasa begitu penting ternyata hanyalah urusan kecil.
Dan sejak saat itu, saya punya tekad besar: ‘Saya harus bisa membawa lebih banyak saudara Muslim ke sini.’ Saya ingin mereka juga merasakan keajaiban yang saya rasakan, merasakan kedamaian yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Alhamdulillah, sejak tahun 2011, Allah terus memudahkan langkah ini. Setiap tahun, saya berusaha untuk memberangkatkan ustad, guru ngaji, pengurus masjid, dan keluarga untuk umrah.
Bagi saya, mereka adalah orang-orang yang telah mengabdikan hidupnya untuk dakwah dan kebaikan. Memberikan mereka kesempatan untuk mengunjungi Baitullah adalah sebuah kebahagiaan tersendiri.
Dan ternyata, keberangkatan mereka membawa dampak besar. Salah seorang ustad pernah berkata kepada saya setelah pulang umrah,
‘Umrah ini seperti menghidupkan kembali jiwa saya. Saya merasa lebih bersemangat untuk mengajarkan ilmu Allah, untuk menyebarkan kebaikan.’
Itulah yang membuat saya semakin yakin untuk terus melanjutkan ikhtiar ini.
Karena, seperti nasihat guru saya, ‘Jadilah jembatan amal sholeh bagi orang lain. Jadilah jalan, agar mereka yang memiliki niat baik bisa mewujudkannya.’
Saya ingin mereka yang berjuang di jalan Allah, seperti ustad, guru ngaji, dan pengurus masjid, bisa merasakan pengalaman spiritual ini, yang insya Allah akan menguatkan dakwah dan perjuangan mereka.
Dan kini, doa saya semakin besar.
Di bulan Ramadhan nanti, saya berharap Allah memampukan saya untuk membawa lebih banyak lagi ustad, guru ngaji, dan pengurus masjid ke Baitullah. Ini bukan hanya perjalanan ibadah, tetapi juga langkah kecil untuk mendukung dakwah mereka, agar ilmu Allah semakin luas tersebar.
Untuk itu, saya mengajak siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi.
Siapa tahu, dari kontribusi kita, ada jalan kebaikan yang terbuka, bukan hanya untuk mereka yang kita bantu, tetapi juga untuk diri kita sendiri.
Karena sesungguhnya, setiap amal sholeh yang kita lakukan adalah investasi besar untuk akhirat kita. Bukankah Rasulullah pernah bersabda, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya’?
Mari bersama-sama, kita menjadi bagian dari jembatan kebaikan ini. Berkontribusi kecil, namun dengan harapan besar, semoga Allah meridhoi setiap langkah kita.
Bagi yang ingin merekomendasikan guru ngajinya, ustad, pengurus masjid yang sudah berdedikasi menjaga rumah Allah silahkan isi form ini.
https://bit.ly/UmrohCGLink2025_CalonPeserta
Bagi yang ingin ikut serta beramal sholeh bersama sama silahkan isi form ini
https://bit.ly/UmrohCGLink2025_Donatur
-mistercatur-
HidupTaat,HidupSehat,HidupManfaat



